Kontri Adi kampai
Editor redaksi
Berantas.co.id, Pesisir Selatan – Seorang remaja berusia 15 tahun, Izatul Husna, mengalami patah tulang selangka setelah terjatuh di lokasi proyek perbaikan jalan nasional Padang–Painan–Kambang, tepatnya di ruas Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (26/5) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat korban bersama dua temannya melintasi ruas jalan yang tengah diperbaiki. Sepeda motor yang mereka tumpangi terperosok ke dalam lubang galian yang tidak dilengkapi penutup maupun pagar pengaman. Lokasi kejadian dilaporkan minim penerangan dan rambu lalu lintas berada pada posisi yang kurang terlihat oleh pengguna jalan.
Korban mengalami luka paling serius berupa patah tulang selangka, sementara dua temannya mengalami luka ringan. Hingga saat ini, korban hanya menjalani perawatan tradisional karena keterbatasan ekonomi. Orang tua korban diketahui bekerja sebagai buruh harian, dan keluarga tinggal menumpang di rumah kerabat.
Proyek perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Preservasi Jalan dan Jembatan Padang–Painan–Kambang yang dilaksanakan oleh PT Citra Muda Noer Bersaudara (CMNB) dan berada di bawah pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 2 Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan nilai kontrak mencapai Rp5,7 miliar.
Mengacu pada ketentuan hukum, kelalaian yang mengakibatkan luka berat dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 360 KUHP, dengan ancaman pidana hingga lima tahun penjara. Selain itu, Pasal 273 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur sanksi bagi pihak yang tidak memasang rambu atau pengamanan di lokasi perbaikan jalan.
UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi juga mewajibkan setiap pelaksanaan konstruksi memenuhi standar keselamatan dan keamanan kerja. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi administratif, perdata, maupun pidana.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT CMNB dan BPJN Wilayah 2 Sumatera Barat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Keluarga korban berharap adanya perhatian dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.
“Kami hanya ingin anak kami bisa diobati secara medis agar sembuh total. Dia masih kesakitan setiap hari,” ujar ibu korban, Erna, dengan nada haru.
