Penulis : Yuli
Editor : redaksi
Berantas.co.id, Jakarta – Warga Rw 06 Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Jakarta Selatan mendesak agar proyek Drainase di Jalan Asem Baris Raya segera diselesaikan secepatnya, Selasa (26/09/2023).
Warga mendesak pihak proyek dikarenakan tidak sesuai dengan perjanjian sosialisasi di awal.
Perlu diketahui, proyek Drainase tersebut sudah berjalan dari bulan Maret dan belum juga rampung hingga saat ini.
Menurut perjanjian sosialisasi, proyek akan di kerjakan sehari 10 meter dimulai dari pukul 22.00 hingga pukul 05.00 dan setelah di gali langsung di rapihkan kembali atau di aspal.
“Intinya, warga, pengurus Rw dan Rt bukan niat menghambat proyek pemerintah, justru kita terima kasih sudah peduli dengan Asem Baris yang terkenal sering banjir. Cuma karena tidak sesuai dengan sosialisasi yang awalnya yaitu pekerjaan dimulai pukul 22.00 s/d 05.00, pekerjaan sehari 10 meter langsung di tutup rapih/aspal terus sampai pertengahan agustus sudah selesai. Tapi nyatanya kan ngga, kerjaan molor terus gak sesuai sama sosialisasi awal trus spek barang yang di pakai tidak berkualitas”, ucap salah satu warga.
“Tempat mengadu kita ke Kelurahan atau lewat medsos nya Kelurahan Kebon Baru official. Nah, ruang komen di Instagram Kelurahan kebon Baru di tutup jadi kita gak bisa komen”, tambahnya.
Hal ini juga mendapat perhatian dari pihak Polsek Tebet. Ternyata, dari awal pengerjaan proyek Drainase tersebut tidak melapor ke Polsek Tebet.
Disisi lain, salah satu LMK Kelurahan Kebon Baru juga sudah melapor ke Lurah Kebon Baru. Tapi, respon dari Ibu Lurah tersebut di nilai malah seakan-akan memihak kepada pekerja proyek.
Dampak dari proyek tersebut yang tak kunjung rampung banyak warga yang terkena ISPA karena debu dari proyek Drainase, pedagang yang sepi pembeli, dan juga sering terjadi kecelakaan sepeda motor dan mobil angkut barang yang oleng dan terguling diakibatkan jalanan yang tak rata.
