Dialog Interaktif Wakapolda Lampung dan Masyrakat, Agar Selalu Menjaga Kesatuan Pasca Pemilu Serentak 2019

Penulis : Ahmad

Editor : Redaksi

Berantas.co.id,Lampung – Dialog interaktif Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sudarsono, SH, M. Hum yang digelar di Aula Sebuku, Lamban Rakyat Lampung Selatan. Selasa, (17/9/2019)

Dalam dialog tersebut ada tanya jawab dari masyarakat maupun mahasiswa mengenai sejumlah persoalan di Lampung Selatan.

Seperti halnya permaslahan pengerukan pasir disekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). Selain itu kebakaran lahan yang terjadi di puncak Gunung Rajabasa jadi pembahasan dialog siang hari tadi.

Pertanyaan muncul dari perwakilan mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (Himals) Ujang Abdul Azis menyampaikan, “adanya indikasi penyedotan pasir di sekitat (GAK) semestinya menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah setempat, Sebab mengenai dampaknya tidak dirasakan masyarakat saat ini, namun akan dialami dikemudian hari”.

Seorang masyarakat mempertanyakan mengenai kebakaran lahan di puncak Gunung Rajabasa, “bagaimana langkah Pemerintah dan Kepolisian serta pihak lainnya untuk mengatasi dan mengantisipasi kebakaran tersebut?”
Menanggapi pertanyaan Ujang, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto menyatakan, terkait perusahaan yang hendak menyedot pasir, dirinya mengaku tidak tahu menahu mengenai legalitas perizinannya.

“Karena, izin dari perusahaan itu terjadi di tahun 2015. Sementara, saya menjabat dari tahun 2018, baru setahun saya ini menjabat. Saya memang tidak tahu,” ujar Nanang.

Sementara menanggapi soal kebakaran lahan di Puncak Gunung Rajabasa, Kapolres Lamsel AKBP M Syarhan menjelaskan,  dirinya yang dibantu sejumlah masyarakat telah meninjau lokasi kebakaran Dengan persediaan alat seadanya, kemudian pihaknya mendaki Gunung Rajabasa untuk memadamkan api. Ia mengaku, seluruh pendaki hanya membawa air dengan botol yang dibawa berjalan kaki.

“Sebab lokasinya di puncak gunung. Siapa yang mampu membawa mobil Damakar keatas. Tapi Alhamdulillah, dengan alat seadanya kita bisa memadamkan api,” tutur Syarhan.

M Syarhan juga menambahkan selain air yang dibawa, seluruh pendaki selain menggunkan air seadanya pendaki pun juga menggunakn kayu untuk digunakan memukuli api atau bara yang tengah menyala.

“Bersyukur baru sekitar 1000 meter persegi lahan yang terbakar, Kita berhasil memadamkannya” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah masukan juga ditanamkan kepada masyarakat oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sudarsono.  Intinya dalam arahan Wakapolda baru itu untuk terus menjaga kesatuan pasca Pemilu 2019 lalu.