Diduga Pilih Kasih, Sejumlah Awak Media Menilai Acara Refleksi Akhir Tahun 2022 Pemkab Bogor Tak Harmonis

Penulis : Yuli

Editor : redaksi

 

 

 

Berantas.co.id, Cibinong –

Menjelang nya berakhir tahun 2022 acara Refleksi Akhir tahun yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bogor bertempat di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (27/12)

Hal ini justru menjadi pertanyaan besar, bahwa Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bogor dianggap kurang transparan dan terkesan tebang pilih untuk ploting list media dalam penyerapan anggaran APBD Kabupaten Bogor tahun 2022.

Pasalnya, Kepala Dinas Kominfo maupun pejabat Diskominfo Kabupaten Bogor seyogyanya merangkul seluruh awak media yang biasa aktif bertugas melakukan peliputan serta mempublikasikan kegiatan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Namun, faktanya tidak demikian pada acara Refleksi Akhir tahun Pemkab Bogor tersebut, kini Pejabat Dinas Kominfo Kabupaten Bogor (Kadiskominfo) terkesan diduga tebang pilih Wartawan.

Mirisnya lagi, dalam konteks acara diselenggarakan Refleksi Akhir Tahun 2022 tersebut sudah jelas menurut Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan, “Berkat kerja keras, SINERGI, KOLABORASI, SOLIDARITAS, dan KEKOMPAKAN SEMUA PIHAK, semua dapat diatasi dan meraih berbagai pencapaian serta prestasi yang membanggakan”.

Menurut sejumlah wartawan yang tidak dilibatkan atau diundang, timbul berbagai pertanyaan sesungguhnya ada apa dengan pihak Dinas Kominfo, mengapa diera keterbukaan publik ini masih mempunyai pola pikir tebang pilih.

Seperti halnya yang diungkapkan salah satu Media yang bertugas Liputan di Kabupaten Bogor, apa dalam kegiatan refleksi akhir tahun 2022 ini cuma untuk menghabiskan anggaran ploting list media tahun 2022 ini, menjelang tutup tahun anggaran, supaya tidak silpa. “Saya sangat menyesalkan kebijakan Pejabat Dinas Diskominfo Kabupaten Bogor tersebut, ini secara otomatis berdampak ke media lainnya yang tak dapat ploting list media. Justru memunculkan konflik baru nantinya,” ujarnya

Bahwa tugas Diskominfo, disampaikan, salah satunya adalah menjalin sinergitas hubungan untuk semua media yang tidak hanya segelintir saja, sehingga menimbulkan kontraversi dan terkesan tebang pilih dalam mengambil kebijakan. “Dengan dasar alasan apapun, tentunya itu tidak dibenarkan, bahkan justru akan menjadi bumerang dan mungkin tanpa disadari kelak akan menjadi gesekan antara awak media, dengan Dinas Kominfo sendiri soal publikasi pemberitaan” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin (26/12) awak media mencoba konfirmasi ke Pejabat Diskominfo Kabupaten Bogor Dadang mengatakan, Rencana sih ada kang, Waduh untuk tahun ini sy ga ikut kepanitiaan kang 🙏🏼”, ujarnya.

Dirinya menambahkan, “Untuk undangan harus ke bidangnya kang, bidang IKP kang, masalah itu saya belum tau kalo Bu Dina masuk panitia atau tidak… 🙏🏼”, Ujarnya.