Gubernur Jateng Ancam Menutup Mal dan Pasar se- Jateng

Penulis : Roni

Editor : Redaksi

Berantas.co.id, Jawa Tengah – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersiap menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk menutup mal, supermarket, ataupun pasar di seluruh Jateng.⠀

Langkah menutup pasar dan pusat perbelanjaan itu bakal diambil jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus cukup besar akibat keteledoran di Pasar Kobong Semarang.⠀

Menurut pengamatan Ganjar Pranowo, terjadi lonjakan keramaian di berbagai tempat dalam tiga hari terakhir, khususnya di tempat perbelanjaan. Dia pun memerintahkan agar bupati dan wali kota se-Jateng untuk segera bertindak dengan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan.⠀

Jika masih terdapat kerumunan karena susah diatur, baik pengelola maupun warganya, Ganjar Pranowo bahkan menginstruksikan agar bupati maupun wali kota tidak segan-segan melakukan penutupan. Menurut Ganjar, saat ini situasinya sudah semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian.⠀

“Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mal, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang tunai jadi ini sangat berbahaya,” ujarnya.⠀

Ganjar mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekat berkunjung ke pasar, mal maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.⠀

“Karena kita terjadi peningkatan, kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak. Sehingga OTG [orang tanpa gejala] nya banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis,” kata Ganjar.⠀

Selain menutup mal dan pasar, Ganjar juga meminta agar para pemimpin daerah kompak menginstruksikan warganya untuk menjalankan salat IdulFitri di rumah.