oleh

“INSAN PERS MINTA MABES POLRI PERIKSA AKBP BUDI SATRIA WIRAGUNA TERKAIT PENAHANAN 3 WARTAWAN JANUARI LALU”

Penulis : Mustofa 

Berantas.co.id – Garut. PERTAMA…: Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiraguna di duga telah melanggar ketentuan penangkapan terhadap 3 wartawan Januari 2018 lalu. Ke tiga wartawan tersebut bernama, Tomy Alfredo Langi (pimpinan umum media sidik), Mustofa Hadi Karya (aktivis wartawan, sekaligus ketua setnas FPII), serta Budi Prasetyo (wartawan media sidik biro Garut). Menurut MHK ketika ditemui di Rutan Garut oleh awak media, Selasa (3/4) proses penahanan dirinya terkesan dipaksakan dan tidak mendasar. Bahkan ia katakan kasus ini bisa titipan atau dendam lama antara mantan kapolsek cakung ini yang sekarang menjabat Kapolres Garut dengan Media Sidik. “Saya berharap temen temen jurnalist jeli dalam menyikapi kasus yang menimpa seperti kami ini, bahkan Tomy sempat cerita bahwa kasus yang menimpa kami karena ada dendam lama dengan media sidiknya. 

KEDUA…: sangat disayangkan ketika saya (Mustofa HK.red) diawal hanya sebagai saksi, namun berselang 5 jam kemudian berkasnya dirubah oleh penyidik menjadi tersangka. Alasan Aiptu Solah penyidik polres garut ketika MHK pertanyakan perubahan berkas itu hanya menjawab ‘sudah gelar perkara diruang KASAT RESKRIM (nama Kasatnya waktu itu AKP Hairul). Kami pertanyakan ke penyidik saat itu, “begitu cepat anda katakan kami sebagai tersangka sebelum anda lakukan penyelidikan, penyidikan dan gelar perkara di TKP. apakah itu dibenarkan? Hal yang mengejutkan dan menjadi viral adalah ketika berselang 2 hari kami ditahan, Kapolres AKBP Budi melakukan konsferensi pers di depan puluhan media dengan mengatakan ‘para kades dan polisi berhasil menangkap gerombolan 3 wartawan gadungan yang di duga memeras, mengancam dan menipu.’ Sungguh ironi seorang Kapolres bisa mengatakan hal itu tanpa mencari tau kebenarannya. 

KETIGA…: Sangkaan yang ditujukan Kapolres Garut kepada ketiga wartawan itu, menurut Sogi Sasmita, Ketua Independent Police Watch (IPW) DKI Jakarta, hanya skenario kepolisian Polres Garut. Ada hal lain yang terkesan Kapolres Garut memaksakan penahanan dan mengekspose ketiga Wartawan itu dengan sebutan ‘wartawan gadungan.’ “Harusnya Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiraguna mencari tau dulu siapa ketiga wartawan itu sebelum ia memvonis negatif, karena menyangkut nama baik Mustofa HK yang dikenal sebagai pelopor Pers Perjuangan, Ketua Setnas FPII, dan Sekretaris eksekutif Majelis Pers.” tegasnya. Bahkan kata Sogi, MHK telah banyak menelurkan wartawan – wartawan handal dan memiliki banyak media. Untuk itu, melalui IPW, Sogi meminta Kapolri periksa AKBP Budi Satria Wiraguna dan segera meminta pulihkan nama baik ketiga wartawan itu kembali, khususnya kepada Mustofa HK alias Opan.

Comments

comments

News Feed