Pembangunan SMK Negeri Di Kecamatan Curug Lalaikan K3

Penulis : Riyan

Editor : Redaksi

 

 

Berantas.co.id, Tangerang – Proyek pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang berlokasi di wilayah desa Cukanggalih Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Provinsi banten, di bangunnya sekolah tersebut berdasarkan dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya sekolah di wilayahnya.

Hingga akhirnya pihak pemerintah merealisasikan pembangunan sekolah baru. Yang dikerjakan pada bulan agustus 2022, oleh Cv.Rizky Jaya Dengan anggaran mencapai sebesar 7.344.788.000

Saat awak media mendatangi proyek tersebut, sekolah tersebut sedang dalam tahap pekerjaan. Akan tetapi terlihat para pekerja seakan melalaikan keselamatan yang tidak menggunakan K3, dalam hal ini seharusnya pihak perusahaan mementingkan tentang keselamatan pekerjanya. Agar hal-hal kecelakaan kerja tidak sampai terjadi.

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat penting mengingat apabila kesehatan pegawai buruk maka akan mengakibatkan turunnya output serta demotivasi kerja.

terlihat juga di duga ada beberapa kemiringan dari tiang. Seakan proyek tersebut di duga di kerjakan asal jadi seperti tidak profesional dalam mengerjakannya,

Saat di konfirmasi pihak dari pelaksana proyek Gunawan menjelaskan terkait K3 dan pembangunan,
“untuk K3 kami sudah sering melakukan peneguran kepada pekerja. Namanya juga pekerja susah untuk di kasih taunya, kalau untuk sanksi tegas dari pihak perusahaan tidak ada, mungkin hanya peneguran saja” ucapnya,

Lebih lanjut, “kalau untuk kemiringan seperti tiang pihak kami akan memperbaikinya di saat akhir dalam pekerjaan finising dan kemiringan itu juga tidak mempengaruhi dalam segi kualitas kekuatan. Kita juga sudah kordinasi kepada pengawas dan dinas. Lalu kita sudah konsultasi sama konsultan dinas jawaban beliau ya mintanya biar tidak kelihatan,” tuturnya.

Masih di tempat yang sama Oman bagian logistik mengatakan “sebelum sekolah ini di bangun pihak kita sudah melakukan kordinasi kepada pak helmi dan pak camat curug. Dan pak camat pun sering meninjau pembangunan sekolah ini, “menurutnya,

Di tempat lain GNP TIPIKOR , kami akan menindak lanjuti terkait proyek pembangunan sekolah Smkn di Kecamatan curug dan kami juga akan menyurati dinas pendidikan dan intansi terkait lainnya. Terkait dugaan melalaikan K3 dan tidak sesuainya spesifikasi.”tegasnya.

Sampai pemberitaan ini di terbitkan pengawas dan dinas terkait belum dapat di konfirmasi