oleh

Penyelundup Sabu Internasional Memodifikasi Mobil Digagalkan Ditresnarkoba

Penulis : Bryan

Berantas.co.id, JAKARTA – Sedikitnya 50 kilogram sabu dan 43 ribu pil ekstasi disita Ditnarkoba Polda Metro Jaya dari depan Ruko HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Riau, Rabu 21 November 2018.

Dari penyitaan itu, polisi membekuk lima tersangka, WS (42), MS (34), F (39), V (38), dan seorang napi berinisial VR. Mereka tak berkutik saat polisi menyita sebuah mobil Luxio yang telah dimodifikasi dan motor Jupiter Z yang digunakan untuk mengawal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, pelaku berusaha mengelabuhi polisi dengan mencoba memodifikasi mobil keluarga, dan menaruh sabu ke bawah alas mobil.

“Ini jaringan Malaysia. Masuk ke Indonesia melalui Pekanbaru. Menyisir jalanan Sumatera menuju Jakarta,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/11/2018).

Argo melanjutkan, pola semacam ini bukanlah yang pertama kali. Hingga Akhir November 2018, ia mencatat sedikitnya 103 narkoba jenis sabu yang diamankan Jajaran Polda Metro Jaya, yakni 50 kilogram oleh Ditnarkoba, 43 kilogram oleh Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, dan 10 kilogram oleh Polsek Pademangan.

Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan menambahkan, terbongkarnya jaringan ini setelah pihaknya mengamankan AS di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Senin 3 September 2018, dari tangan pelaku, polisi menyita 2,7 kilogram sabu.

“Dari situ kami mengintensifkan penyidikan. Mewancarai tersangka dan mendapati akan adanya kiriman narkoba kembali,” kata Suwondo.

Suwondo melanjutkan, 3 minggu melakukan penyidikan. Polisi mendapatkan titik terang, puluhan kilo sabu dan puluhan ribu butir ekstasi berencana akan disebarkan pelaku melalui jalur darat. Para pelaku memanfaatkan modifikasi mobil luxio untuk memuluskan aksinya.

“Mobil ini mampu memuat 100 kg sabu untuk sekali perjalanan,” ucapnya.

Hasil penyidikan sementara, Suwondo melanjutkan, jaringan ini dikendalikan seorang napi Lapas Cipinang berinsial VR. Ia kemudian berkomplot dengan AAK, dan WN Malayasia, TS. Ketiganya tercatat melakukan penyelundupan sebanyak lima kali sepanjang tahun 2018.

“Ini yang menarik, sindikat ini terogranisir rapih, mulai dari mencari suplair, mencari konsumen, hingga menyusun pengiriman barang,” terang Suwondo.

Termasuk mengupahkan para pelaku. Dua kurir yang masih sepupu, yakni WS dan MS dibekali operasional hingga sekitar Rp200 juta untuk membawa mobil ini. Uang itu ditemukan bersaman dengan keduanya di dasboard mobil.

Dari keteranganya, rencana narkoba itu akan digunakan untuk pesta pergantian tahun nanti. Sabu dikonsumsi di sekitaran apartement dan kos-kosan, sementara ekstasi akan digunakan di tempat hiburan malam.

“Rencananya demikian. Tapi mereka keburu kami tangkap dahulu,” tegas Suwondo.
Suwondo mengatakan, pihaknya masih memburu dua pelaku lain, yakni AAK dan TS. Keberadaan keduanya telah dimonitoring dan diketahui lokasinya. “Anggota masih di sana untuk mengamankan pelaku,” ucapnya.

Comments

comments

News Feed