Penulis : Roni
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, Flotim – informasi yang diperoleh saat ini situasi di TKP Kebun(Pantai Bani) Desa Baobage Kec.Witihama Kab.Flotim telah terjadi perang suku memperebutkan KEBUN / PANTAI BANI antara Suku KWAELAGA dan Suku LAMA TOKAN.
Dan telah merenggut korban sebanyak 7 orang dan sampai saat ini masi ada di TKP(belum dievakuasi)
Suku KWAELAGA :
1. Yakobus Masa Sanga (MD)
2. Moses Kopong Keda (MD)
3. Yoseph Ola Tokan ( MD)
4. Setan Rade (MD)
Suku LAMA TOKAN:
1. Wilem Kwasa Ola. ( MD)
2. Yoseph Helu Wua. (MD)
Untuk diketahui Kedua Suku berada di dalam Desa Sandosi dimana pada awalnya masing menempti, Suku Lama Tokan berada di Sandosi 2 dan Suku Kwaelaga di Sandosi 1 dan digabung menjadi satu Desa yaitu Desa Sandosi. Kec.Witihama Kab.Flotim.
Kronologis singkat kejadian :
Kejadian berawal dari kedua suku memperebutkan Lokasi tanah kebun wulewata pantai Bani Desa Baobage Kec.Witihama. Saling klaim lokasi tersebut sudah berulangkali difasilitasi oleh pemerintah Kecamatan Witihama dan Kapolsek Adonara namun belum menemukan jalan keluar penyelesaian.
Pada hari Kamis, tanggal 27 Februari 2020, Suku Kwaelaga sekitar 7 orang ke lokasi sengketa untuk melakukan kegiatan/berkebun menanam anakan jambu mente dan kelapa dilokasi TKP, yang selama ini digarap oleh Suku Wuwur dan Suku Lamatokan.
Kegiatan yang dilakukan oleh Suku kwaelaga tersebut menimbulkan kekecewaan dari Suku Lama Tokan, sehingga hari ini, warga Suku lama Tokan mendatangi lokasi dan mengecek tanaman yang ditanam Suku Kwaelaga, sesaat kemudian para korban dari suku Kwaelaga mendatangi TKP sehingga terjadi perdebatan terkait status TKP dan berujung saling serang menggunakan senjata tanjam hingga jatuhnya korban jiwa.
Catatan =
1. Untuk diketahui lokasi disengketakan bertempat di wulewata pantai bani Desa Baubage Kec.Witihama Kab.Flotim, selama ini dikelaim oleh suku Kwaelaga sebagai miliknya, sedangkan didalam lokasi yang disengketakan selama ini telah digarap oleh 4 Suku yaitu Suku Lama Tokan, Suku Making, Suku Lewokeda dan Suku Wuwur.
2. Selama ini Suku Kwaelaga selalu melakukan tindakan provokatif dengan menebang tanaman yang ada di lokasi milik 4 suku tersebut dengan alasan lokasi tersebut adlah milik mereka dan 4 suku yang ada dilokasi tidak merespon dan mengupayakan jalan persuasif dengan melaporkan apa yang dilakukan suku Kwaelaga kepada pemerintah Kecamatan dan Polsek Adonara.