PP Korpma GPII Akan Melakukan Aksi Penolakan Djakarta Warehouse Project

oleh -37 views

Penulis : Ridwan

Editor : Redaksi

Berantas.co.id, Jakarta – Rencana penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) tanggal 13-15 Desember 2019 mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Salah satu organisasi yang menolak event besar ini adalah PP Korpma GPII (Pengurus Pusat Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia).

PP Korpma GPII menilai event DWP yang akan mendatangkan DJ ternama dunia ini tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan berpotensi dijadikan sarang maksiat. Udin salah satu ketua PP Korpma GPII memandang bahwa kegiatan hiburan tersebut akan menjadi sarang peredaran narkoba, minuman keras, bahkan seks bebas. “Kegiatan itu tidak sesuai dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Apalagi dgn agama Islam yang merupakan agama mayoritas di DKI Jakarta ini”, ucap Udin.

Sebagai langkah kongkritnya, PP Korpma GPII akan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Polda Metro Jaya dan Balaikota pada hari Jumat 6 Desember 2019. “Kami sudah sepakati aksi penolakan DWP ini dalam rapat harian kami, dan saya yang akan pimpin langsung aksi penolakan DWP ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Udin menjelaskan bahwa Gubernur dan Polda Metro Jaya tidak sepatutnya memberikan izin penyelenggaraan event DWP yang sarat akan kegiatan maksiat. “Bila Gubernur DKI dan juga Polda Metro Jaya mengeluarkan surat izin tersebut, kami meminta agar izin tersebut dicabut kembali. Bila tidak maka kami berkesimpulan bahwa Gubernur DKI dan Polda Metro Jaya mendukung kegiatan tersebut,” tegas udin.

Saat tim media mewawancai ketua umum PP Korpma GPII Husni Hasan di kantor PP GPII, Menteng, Jakarta-Pusat, Ketua Umum PP Korpma GPII menjelaskan bahwa DKI Jakarta sudah masuk dalam 5 besar provinsi yang pengidap HIV/AIDS se-Indonesia. “DKI Jakarta itu provinsi 5 besar Penyakit HIV/AIDS, mangkanya kami menilai acara-acara macam DWP ini tidak boleh terselenggara,” Ucap Husni ketua umum Korpma GPII.

Comments

comments