PT. Summarecon Agung Eksekusi paksa memakai jasa Preman, Pemred Warta Sidik Berang

Kontributor : Aldi

Editor : Redaksi

 

 

 

Berantas.co.id, TANGERANG – Cicilan rumah macet, PT. Summarecon Agung eksekusi paksa penghuni rumah Darma Wijaya (47) di Cluster Maxwell Summarecon Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten yang sudah ditempatinya selama 3 tahun, Rabu (20/4/2022) kemarin.

Kepada awak media, Darma Wijaya mengungkapkan, macetnya cicilan rumah yang sudah ditempatinya selama 3 tahun di Cluster Maxwell Summarecon Tangerang Selatan tersebut akibat terdampak pandemi.

“Tapi meski begitu saya tetap beretikat baik membayar walaupun tidak bisa full. Maklum keadaan saya lagi sulit karena pandemi saat ini,” kata Darma yang juga berprofesi Jurnalist di wartasidik.co ini, Kamis (21/4/2022).

Darma mengaku, selalu mendapatkan intimidasi dari pihak Summarecon Agung, sehingga mendaftarkan gugatan secara Perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang kaitan wanprestasi cicilan rumahnya yang macet.

“Selama saya dianggap wanprestasi selalu mendapatkan intimidasi bahkan barang – barang dirumahnya sempat ada yang diambil atau disita oleh orang – orang yang diduga suruhan pihak Summarecon Agung,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Redaksi (Pimred) Warta Sidik, Tommy, meminta dengan tegas penegak hukum khususnya di Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan untuk menyikapi persoalan penyabotasean rumah Darma Wijaya yang berujung kekerasan.

“Ini adalah tindakan sepihak oleh Summarecon Agung Tbk yang menggunakan lebih kurang sebanyak 30 orang preman.  Ingat, ini negara hukum semua ada aturannya tidak boleh dengan cara – cara kekerasan seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, Tommy juga meminta pertanggung jawaban PT. Summarecon Agung yang beralamat di Plaza Summarecon Serpong Jalan Boulevard Raya Gading Serpong Blok M-5 No. 3 yang telah memberikan perintah esekusi yang melibatkan preman. Dan akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas jangan ada lagi kekerasan yang dilakukan PT Summarecon pada masyarakat lemah apa lagi ini terjadi pada Jurnalis nya yang memakai jasa Preman.

“Keributan yang terjadi itu karena pihak Summarecon Agung menggunakan cara – cara premanisme, sehingga Darma sempat ingin melakukan pembelaan diri. Artinya, dia sempat memegang sebilah pisau untuk melindungi dirinya,” pungkas Tommy.