ACTUALDAERAH

Dandim 0504/Jakarta Selatan Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir di Ciganjur

×

Dandim 0504/Jakarta Selatan Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir di Ciganjur

Sebarkan artikel ini

Kontributor : M Solichin

Editor : Redaksi

Berantas.co.id, Jaksel – Dandim 0504/Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana bersama Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali dan Kolonel Arm Yogo Aster Kasdam Jaya pagi ini berkesempatan untuk meninjau secara langsung lokasi banjir dan longsor di Jalan Damai 1 RT.004/RW.02 Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2020).

Kejadian Longsor bermula dari hujan deras sejak hari sabtu sore kemarin (10/10/2020), sekitar pukul 18.50 WIB terjadi longsor yang mengakibatkan tembok pagar rumah salah satu warga di Perumahan Melati Residence Ciganjur roboh menimpa rumah warga dan menutup saluran anak sungai ditambah hujan semakin deras sehingga kali tidak bisa menampung debit air yang berlebihan hal ini mengakibatkan banjir.

“Menurut laporan banjir diakibatkan aliran kali tertutup longsor ditambah hujan kemarin sore sangat deras sehingga terjadi luapan air yang mengakibatkan banjir”, kata Kolonel Inf Ucu Yustiana.

“Untuk saat ini masih dalam upaya pengangkatan material longsor yang menutupi aliran kali, sehingga apabila hujan aliran air tidak terganggu”, ujar Dandim.

Sementara itu Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali pada kesempatan itu menyampaikan bahwa dirinya sudah memerintakan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk melakukan investigasi terjadinya longsor.

“Kami sudah memerintakan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan untuk melakukan investigasi penyebab terjadinya longsor,” ungkap Marullah Matali.

“Hal awal yang sudah kami lakukan adalah mengerahkan alat berat untuk mengangkat material longsor agar tidak menutupi aliran kali dan membersikan runtuhan rumah yang tertimbun langsoran”, lanjutnya.

Banjir yang terjadi di Jalan Damai 1 RT 004 dan RT.005/RW.02 Kelurahan Ciganjur tersebut akibat curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan tebing setinggi kurang lebih 13 meter longsor sehingga menutup saluran air yang ada di bawahnya.

Didapatkan informasi di lapangan ada sekitar 300 rumah terdampak banjir, kurang lebih 1200 jiwa terkena dampak serta 1 (satu) orang meninggal dunia.