Editor redaksi
Berantas.co.id, KUANTAN SINGINGI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teberau Panjang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali menjadi sorotan.
Saat dikonfirmasi awak media di lokasi pada Senin (28/9/2026), seorang pekerja yang berada di kawasan pertambangan tersebut memberikan respons yang dinilai bernada menantang. Pekerja itu juga menyebut nama institusi kepolisian ketika ditanya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pertambangan tersebut.
“Kamu tanya aja ke polres sana siapa yang punya ini,” ujar pekerja tersebut kepada awak media.
Pernyataan itu kemudian didalami oleh wartawan dengan menanyakan pihak atau oknum di Polres yang dimaksud. Namun, pekerja tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan justru meminta awak media meninggalkan lokasi.
“Tanya aja sana ke polres, cepat-cepat kalian pergi dari sini,” katanya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai maksud penyebutan nama Polres dalam konteks aktivitas PETI di lokasi tersebut. Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa pihak yang disebut oleh pekerja tersebut maupun apakah terdapat keterkaitan pihak kepolisian dengan aktivitas pertambangan yang dimaksud.
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diperoleh awak media pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 12.02 WIB, terlihat hamparan lahan bekas galian yang berada di kawasan Kecamatan Gunung Toar dan dikelilingi vegetasi.
Aktivitas PETI sendiri menjadi perhatian karena kegiatan pertambangan tanpa izin dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Atas munculnya pernyataan pekerja tersebut, masyarakat dan insan pers berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pengecekan langsung serta memberikan klarifikasi secara terbuka.
Konfirmasi kepada Polres Kuantan Singingi maupun Polda Riau diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan pekerja tersebut sekaligus memberikan kejelasan mengenai aktivitas pertambangan di Desa Teberau Panjang.
Berita ini masih terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut maupun pihak terkait lainnya.












