ACTUALBeritaDAERAH

Aktivitas PETI di Desa Petai, Kuansing: Tim Wartawan Temukan Dua Rakit Mesin Dompeng

×

Aktivitas PETI di Desa Petai, Kuansing: Tim Wartawan Temukan Dua Rakit Mesin Dompeng

Sebarkan artikel ini

Editor redaksi

 

 

 

 

Berantas.co.id, KUANTAN SINGINGI, RIAU — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Berdasarkan hasil investigasi lapangan tim wartawan pada Rabu (14/10/2026), ditemukan dua rakit bermesin dompeng di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir.

Dalam investigasi tersebut, tim wartawan mendapati dua rakit mesin dompeng di lokasi. Satu unit terpantau sedang beroperasi, sedangkan satu unit lainnya dalam kondisi tidak beroperasi saat tim melakukan peninjauan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, akses menuju lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI tersebut berada di Desa Petai. Dari jalan utama, terdapat persimpangan di sebelah kiri yang dikenal masyarakat setempat sebagai jalan batu bara lama.

Tim kemudian memasuki jalan tersebut dengan jarak sekitar satu kilometer hingga menuju pos PT Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA). Dari persimpangan di sekitar pos tersebut, perjalanan dilanjutkan sekitar 150 meter ke depan hingga menemukan persimpangan di sebelah kiri.

Tim kemudian memasuki jalan tersebut sejauh kurang lebih 100 meter. Di lokasi inilah tim menemukan dua rakit mesin dompeng, dengan satu unit sedang beroperasi dan satu unit lainnya tidak beroperasi.

Temuan tersebut didokumentasikan oleh tim wartawan melalui foto dan video sebagai bagian dari bahan laporan investigasi lapangan.

Pengakuan Seseorang yang Mengaku sebagai Pengurus

Saat berada di lokasi, tim wartawan berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang berada di sekitar area tersebut.

Dalam kesempatan itu, salah seorang yang mengaku sebagai pengurus aktivitas PETI, tetapi tidak bersedia menyebutkan identitasnya, menyampaikan pernyataan kepada tim wartawan.

“Bang, kami di sini tekor terus karena kami membayar ke pihak aparat yang sering datang ke lokasi ini,” ujar orang tersebut kepada tim wartawan.

Pernyataan itu merupakan keterangan dari seseorang yang identitasnya belum diketahui secara pasti. Hingga laporan ini disusun, informasi mengenai dugaan pembayaran kepada pihak aparat tersebut masih memerlukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut.

Belum dapat dipastikan siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataan tersebut, berapa jumlah pembayaran yang diklaim, maupun apakah benar terdapat praktik pembayaran sebagaimana disampaikan oleh orang yang mengaku sebagai pengurus tersebut.

Bukti Foto dan Video Diserahkan kepada Redaksi

Setelah melakukan konfirmasi di lapangan, tim wartawan meninggalkan lokasi. Sebelum meninggalkan area tersebut, tim mengambil dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan kondisi lokasi serta aktivitas salah satu rakit mesin dompeng yang sedang beroperasi.

Seluruh hasil investigasi lapangan tersebut, disertai sejumlah bukti dokumentasi berupa foto dan video, diserahkan kepada redaksi pada hari yang sama, Rabu (14/10/2026), untuk menjadi bahan pemberitaan dan penelusuran lebih lanjut.

Redaksi membuka ruang bagi pihak-pihak terkait, termasuk pengelola aktivitas di lokasi, pihak perusahaan yang disebut dalam penunjuk arah menuju lokasi, serta aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan, untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai dengan ketentuan jurnalistik.

Redaksi akan terus menelusuri perkembangan informasi ini dengan mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, verifikasi, serta asas praduga tak bersalah.