Penulis : Rahman
Editor : Redaksi
Berantas.co.id, JAKARTA – Terlihat kembali berkumpul dengan jumlah yang makin bertambah pelaku usaha kecil Jakarta Kota atau yang akrab disebut pedagang Beos. Merekapun bersepakat untuk bergotong royong menata kota berkarakter budaya atau dibilang penataan yang berpihak kepada Rakyat.
Mudo Tri Asmoro salah satu penggagas menyatukan para pedagang menyampaikan untuk membangun kekuatan Rakyat Berdagang.
“Disini kita sudah harus memulai dengan sebutan Rakyat Berdagang, bukan pedagang kaki lima yang harus tergeser dan tergeser. Kita berkumpul untuk menjadi satu untuk mengambil bagian penataan kota yang tetap ada para pedagang disana,” ucap Mudo salah satu pewaris budaya Cakra Buana Jum’at malam (14/10/2022) di Depan Stasiun Jakarta Kota dan tepatnya di pelataran Gedung BNI.
Tidak sedikit keluhan ditengahi untuk menjadi jawaban para pedagang oleh Dian Sumarwan Sekjen Posraya Indonesia Tim 7 Jokowi saat diminta datang malam itu.
“Kenapa Presiden Jokowi selalu turun ke Pasar atau tempat umum yang disitu ada pedagangnya, karena Jokowi dekat dengan Rakyat, dan selalu ingin dekat dengan Pedagang. Presiden Jokowi ingin pedagang itu bisa mandiri dengan kekuatannya tanpa harus dihilangkan. Saatnya pedagang juga berperan menata kota dengan karakter budaya, dengan apa dengan gotong royong karena itu dari kita dan untuk kita,” ucap Dian
Antusias para pedagang terlihat saat satu persatu mereka mengeluarkan uang dari kantongnya untuk dikumpulkan sebagai bentuk gotong royong.
“Ayo kita kumpulkan, berapa yang ada, uang dikantong kita saja dulu tunjukan kalo kita bisa gotong royong, ucap para pedagang.
Mudo menguatkan para pedagang untuk mengajak menjadi lebih berani menunjukan perannya.
“Besok dan besok pedagang harus makin banyak lagi yang mau bergotong royong, supaya kita bisa tetap berdagang dan menjadi lebih tertata,” ucapnya.
Menanggapi untuk apa pedagang berkumpul, Dian mengingatkan kalau pedagang akan memberikan satu sikap yang sama.
“Kita berkumpul bukan untuk demonstrasi tapi atas keinginan pedagang, pedagang membuat sikap untuk turut serta menata kota yang pro Rakyat dan itu juga untuk menjadi percontohan wilayah lain. Bung Karno saja memulai pembangunan Tugu Monas dengan gotong royong sumbangan Rakyat dan itu harus dimulai kembali disini, kita berdagang disini atas kerja sama kita bahkan kalau perlu masyarakat Jakarta juga turut membantu, ucap Dian.
Terlihat uang yang dikumpulkan mereka pegang dan mereka akan kembali hadir dalam jumlah yang lebih besar untuk memperbesar kekuatan gotong-royong yang sebenarnya dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia dalam berbagai hal.