oleh

Jiwa Korsa TNI Terpanggil Dalam Kasus Ciracas

Penulis : Mustofa HK

Berantas.co.id, Jakarta – Ramai tersebar di Sosial Media (sosmed) WhatsApp terkait pernyataan prajurit TNI yang disampaikan ke Panglima TNI, Kapolri, dan Pimpinan 3 Matra, bahwa jiwa Korsa prajurit tak bisa dilecehkan dan di pandang sebelah mata.

Berikut tulisan pernyataannya;

‘Kami adalah prajurit TNI mempunyai jiwa korsa senasib dan sepenanggungan, satu disakiti, kami sakit semua. Terlalu lama kami diam. Kasus Lettu AL di lecehkan di tengah jalan Rawamangun oleh oknum sampah, kami diam…

Seragam kami, baret kami, semua di tiru oleh ormas ormas, kami diam. Kapolsek karawang mengatakan akan menggulung Kopassus dan Marinir kami diam. kawan kami ditembak di satgas Tinombala kami diam. Kami dibenturkan dengan Hukum, kami dibenturkan dengan Undang Undang dan kedisplinan.

Dalam hal ini sudah terbukti pada hari Selasa (11/12/18) kami tunjukan bahwa kami solid, kami bersatu, kami tidak melihat pangkat, satuan, dan matra.

Kami adalah prajurit Indonesia, pertahanan Indonesia, pembela kesatuan negara republik indonesia.

Dalam hal ini kecewa dengan sikap dan pernyataan polri KHUSUSnya kapolres Jakarta Timur serta seluruh jajaran Polsek Ciracas dalam menanggapi kasus penganiayaan salah satu KOMANDAN kami.

HARUSnya kalian melihat kembali kasus Cebongan, satuan PELOPOR BRIMOB saja tau apa yang akan dilakukan TNI terhadap pembunuh dan penganiaya rekan nya (TNI), makanya tahanan dipindahkan ke tahanan sipil agar mempermudah kami melacak dan menguburnya, toh kami sendiri yang menanggung resikonya, meskipun dalam kasus kali ini sudah ada kata damai di antara yang bersangkutan, tapi kami tidak bisa membiarkan pelaku yang sudah mencemarkan loreng TNI kami tercinta.

Polri tidak semuanya kami pun tau, kami pun menghargai polri, makanya tidak ada korban tewas dijajaran polsek ciracas. Sinergitas tetap berlaku untuk TNI Polri.

Kami pun akan melakukan hal yang sama terhadap institusi polri, saat anggota polri diremehkan oleh oknum SAMPAH MASYARAKAT. Untuk itu agar segera di LACAK, TEMUKAN DAN SIMPAN, KAMI YANG AKAN MENERUSKAN.

Dan ini peringatan untuk semua SAMPAH MASYARAKAT:
1). kami memang bukan aparat penegak hukum, kami adalah penegak kedaulatan Republik Indonesia, saat TNI POLRI disentuh tidak ada yang bisa melindungimu selain Tuhan.
2). kami masih mencintai kedamaian indonesia, mencintai NKRI, dan masih bersama dengan POLRI.

Dan untuk institusi polri khususnya jajaran polsek ciracas, di adat kami tidak ada minta maaf, yang ada hanyalah SIAP. Namun dalam hal ini kami harap kalian ambil hikmahnya. FASILITAS KALIAN AKAN DIPERBAHARUI.

Dan untuk oknum masyarakat yang selalu mencemooh TNI, kami hanya memberi gambaran, kalian selalu bilang kami digaji oleh masyarakat, memang betul kami digaji oleh negara.

KHUSUSnya untuk oknum yang berbicara seperti itu, kami hanya bilang, memangnya kamu bayar pajak berapa??

Apabila kami tidak mengabdi kepada negara apakah anda bisa hidup dengan tenang?

Kami juga bayar pajak, kami tidak bisa KAYA seperti anda, karena hak kami terbatas, Gaji kami hanya cukup, tidak lebih.

Namun kami selalu terima meski Hak kami sebagai warga negara terhapuskan karena itu adalah resiko kami, dan KAMI TERIMA.

Juga kami ingin menjawab pernyataan oknum masyarakat yang mengatakan kenapa bukan ke Papua kenapa malah ribut sendiri. Kami mengingatkan anda, saat ada bencana anda kemana? saat ada gerakan sparatis di aceh anda dimana? Kami ada dimana mana, kami satu kesatuan, kami semua ingin ke papua untuk membalaskan terlukanya rekan kami, namun semua itu tidak semudah mulut anda yang berbicara, saat Negara yang memberi perintah, kami jalan tanpa babibu.

Kami pertahankan apa yang diperintahkan untuk diamankan.

Kembali ke kasus hari Selasa, 11 Desember 2018, banyak yang mempertanyakan kenapa TNI berlaku seperti Barbar. Karena kalau kami bergerak ala militer apakah anda yang berbicara sperti itu bisa tidur tenang?

JANGAN HARAP
KAMI MASIH MENCINTAI RAKYAT
KAMI MASIH BERSINERGI DENGAN POLRI
KAMI MENCINTAI NKRI
SALAM KOMANDO

GERAKAN TRIMATRA

Comments

comments

News Feed