oleh

Sikap Komisi V DPR RI Yang Tidak Peka Terhadap Tuntutan Ojol, Disayangkan Garda

Penulis Halim

Berantas.co.id – Jakarta, Kamis (18/10/2018), pasca aksi masif Garda yang membawa puluhan ribu ojek online pada Aksi 234 (23/4/2018) lalu, ribuan pengemudi ojek online tidak juga diberikan ruang bahasan bersama dalam menyiapkan payung hukum bagi transportasi angkutan umum roda dua yang hingga saat ini masih menjadi angkutan umum ilegal yang dibiarkan tanpa diberikannya payung hukum.

Garda juga menyayangkan adanya pihak-pihak sebagian kecil dari komunitas ojol yang memanfaatkan ribuan peserta Aksi 234 untuk mencari cantolan-cantolan politik di DPR RI, dengan melakukan lobi-lobi politik ataupun pertemuan dengan pihak-pihak DPR RI yang mengatas namakan jutaan ojek online, namun kenyataannya mereka tidak terlibat dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI saat Aksi 234 lalu.

Perlu ditegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan jutaan ojek online di seluruh Indonesia dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) yang mengemban amanat perjuangan roda dua dalam mencari keadilan dan payung hukum masih terus dilaksanakan hampir setiap bulan semenjak Aksi 234 lalu.

Tidak dipungkiri memasuki tahun politik, banyak politikus yang melihat sexinya suara dari kaum ojek online untuk dijadikan alat mendulang suara pada saat pileg nanti.

 

Diduga karena sikap Garda sebagai wadah besar perjuangan hak ojol yang netral dan menegaskan tidak akan terlibat dalam politik praktis membuat pembahasan mengenai payung hukum bagi ojol menjadi terhambat hingga saat ini, sehingga membuat pihak perusahaan aplikasi makin semena-mena dan menindas hak-hak ojol yang menjadi mitranya.

Igun Wicaksono selaku Presidium Garda Indonesia sekaligus sebagai Ketua Umum PPTJDI (Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia) menunggu itikad baik dari DPR RI khususnya Komisi V dan Pemerintah untuk segera menyikapi nasib para Ojol tersebut. Bila tidak mereka akan berunjuk rasa dengan membawa massa lebih besar dan berkelanjutan setiap bulan sampai tuntutan mereka diperhatikan

Comments

comments

News Feed